Konsep Buku Nonfiksi

 Resume Ke- 15

Konsep Buku Nonfiksi

Narasumber    : Musiin, M.Pd.

Moderator      : Dail Ma'ruf

Waktu            : Jumat, 18 Februari 2022

Pukul             :19.00 s.d. 21.00 WIB


Narasumber pada malam ini adalah Ibu Musiin atau biasa dipanggil Bu Iin. Beliau lahir di Kediri. 

Narasumber awal ikut menulis  sebelum memiliki blog dan berangkat dari nol. Mimpinya terwujud  stelah mengikuti kelas menulis asuhan Om Jay, yang memberikan pembuktian bahwa tidak ada yang tidak mungkin, mimpinya bisa terkabul. Atas motivasi Om Jay  "Menulislah setiap hari di blog", kalimat itu salah satunya yang memberikan motivasi terbesar bagi beliau.Dan pada malam ini paparan narasumber dibantu oleh moderator yaitu Bapak Dail Ma'ruf.Kedua profil ini tentu saja tidak asing lagi , seorang penulis yang hebat-hebat.

Deretan buku- buku di rak adalah karya  kelas menulis gelombang 8 yang berhasil menembus penerbit  mayor, penerbit Andi. Itu berarti bahwa narasumber  berhasil mengalahkan ketakutan dari diri sendiri. dan ingat bahwa ketakutan itu bisa merendahkan potensi diri kita untuk menulis.Ketakutan ketakutan yang biasa menyinggahi penulis sepertinya akan sama dialami oleh kita juga, yaitu:

1. Takut tulisan mkkita tidak ada yang membaca;

2. Takut salah menyampaikan pendapat dalam tulisan;

3. Merasa karya orang lain lebih bagus.

Nah dari ketakutan-ketakutan itu bisa membuat konyol  hingga bisa berjam-jam menghadapi laptop tanpa melakukan apapun. Akhirnya setelah singgah di kelas menulis kelas menulis Om Jay bertemu dengan penulis pemula serta narasumber hebat. Beliau termotivasi untuk menulis dengan penuh percaya diri. Seperti yang tertera dalam Poynter, menulis buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You?

Menurut narasumber bahwa sebelum menulis buku kita harus menemukan alasan kuat mengapa ingin jadi penulis.Dan pengalaman penulis alasanya ,

1.      Mewarisi ilmu lewat buku.

2.      Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di took buku online maupun offline.

3.      Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.

Ini tentu saja alasannya tidak akan jauh dengan tujuan kita sebagai seorang penulis pemula.

  Penulisan Buku Nonfiksi

A.    Pola Penulisan

1.      Pola Hierarkis ( Buku disusun berdasarkan tahapan  dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)

Contoh : Buku Pelajaran

2.      Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan  urutan proses)

Contoh : Buku Panduan

3.      Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-0buku mkumpulan  tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

B.     Proses Penulisan Buku

Proses penulisan buku terdiri dari 5 langkah, yaitu :

Langkah Pertama

1.      Pratulisan

Langkah pratulis , yaitu:

a.       Menemuan tema

b.      Menemukan ide

c.       Merencanakan jenis tulisan

d.      Mengumpu;kan bahan

e.       Bertukar pikiran

f.       Menyusun daftar

g.      Meriset

h.      Membuat Mind Mapping

i.        Menyusun kerangka

2.      Menulis Draf

3.      Merevisi Draf

4.      Menyunting Naskah

                  5.   Menerbitkan

A.    Menentukan Tema

Tema yang dipilih adalah yang benar-benar dikuasi. Tema bosa ditemukan satu saja dalam sebjuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.Untuk melanjutkan tema menjadi  sebuah ide menarik, dari berbagai hal, yaitu :

1.      Pengalaman pribadi

2.      Pengalaman orang lain

3.      Berita di Media Massa

4.      Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram

5.      Imajinasi

6.      Mengamati lingkungan

7.      Perenungan

8.      Membaca buku

Pengalaman narasumber dalam memilih tema, yaitu pendidikan yang idenya berasal dari berita di media massa, mengamati lingkungan sera diperkuat dari materi Prof EKOJI Channel dengan judul (The Key to Transform your Organization).

B.     Sumber Referensi

Referensi bisa dari sumber berikut, yaitu :

1.      Pengetahuan yang diperoleh baik secara formal, imformal maypun nonformal

2.      Keterampilan yang diperoleh secara formal, nonformal atau informal.

3.      Pengalaman ya g diperoleh sejak balita hingga sat ini

4.      Penemuan yang telah didapat

5.      Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka.

Kerangka diajukan ke Prof. Eko lalu lanjut ke proses penulisan. Berikut contoh

kerangkanya:

BAB I Penggunaan Internet Di Indonesia

          A. Pembagian Generasi Pengguna Internet

          B. Karakteristik Generasi dalam Berinternet 

BAB II Media Sosial

         A. Media Sosial

         B. UU ITE

         C. Kejahatan di Media Sosial

BAB II. Literasi Digital

          A. Pengertian

           B. Elemen

           C. Pengembangan

           D. Kerangka Literasi Digital

           E. Level Kompetensi Literasi Digital

           F.  Manfaat

          G. Penerapan Literasi Digital Pada lintas Generasi

          H. Kewargaan Digital

BAB IV Ekositem Literasi Digital di Nusantara

          A. Keluarga

          B. Sekolah

          C. Masyarakat

BAB V Literasi Digital untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62

          A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital di Indonesia

          B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset di Indonesia

          C. Membangun Digital Mindset Warganet   +62

Dalam menulis buku beliau mengikuti Pak Yulius Roma yang ada di channel (https://www.youtube.com/watch.v=eePQwyHAcjw&=youtube)

Langkah-langkah yang dianjurkan Pak Yulus sangat tertata rapi, misalnya:

Anatomi Buku

1. Halaman judul

2. Halaman persembahan

3. Halamm  daftar isi

4. Halamn kata pengantar

5. Halaman prakata

6. Halaman ucapan terima kasih

7. Bagiab /bab

8. Halaman lampiran

9. Halaman glosarium

10. Halaman dfaftar pustaka

11. Halaman indek

12. Halaman tentang penulis

Langkah Kedua

Menulis Draf

1. Menuangkan konsep tulisan  ke tulisan dengan prinsip bebas.

2. Tidak mementingkan kesempurnaan , tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan.

Langkah ketiga

Merevisi Draf

1. Merevisi sistematika / struktur tuklisan dan penyajian.

2. Menuliskan gambaran besar dari naskah.

Langkah Keempat

Menyunting Naskah (KBBI dan PUEBI)

1. Ejaan

2. Tata Bahasa

3. Diksi

4. Data dan fakta

5.Legalitas dan Norma

Hambatan-hambatan dalam Menulis

1. Hambatan waktu

2. Hambatan Kreativitas

3. Hambatan Teknis

4. Hambatan Tujuan

5. Hambatan Psikologis

Cara Mengatasi Hambatan

1. Banyak membaca

2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar

3. Disiplin menulis setiap hari

4. Melakukan hobi jika terjadi kebosanan saat menulis

Itulah paparan narasumber yang banyak sekali memberikan pengeetahuan untuk dipraktikan.

Seperti biasa setelah paparan materi dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan.Dan pertanyaan sekaligus jawaban yang bisa dihimpun sebagai berikut:

1. Cara membuat mind mapping pada proses pratulisan berisi ide utama, iede pendukung, sumber data, bentuk data.

2. Cara membuat judul, judul itu menggambarkan isi, judul dibuat semenarik mungkin dan mudahn diingat.

3. Untuk menghilangkan rasa minderhal yang utama adalah yang kita tulis terbit dulu. Dengan terbitnya buku kita akan memupuk rasa percaya diri.

4. Tantangan menulis bersama Prof Eko adalah mengembangkan ide tulisan kita. Silakan buka channel Eko puiluih materi yang menarik dan sesuai minat kita.Lalu cari referensi sesuai materi  yang disampaikan  Prof. Eko sebanyak-banyaknya. Dan ide-ide itu akan menarik jika dihubungkan dengan yang telah terjadi saat ini di sekitar kita.

Itulah poin-poin penting yang bisa dihimpun dari interaksi dengan narasumber dalam bentuk tanya jawab.

Closing dengan penyampaian kalimat-kalimat indah yang berisi motivasi dari narasumber.

 Dan bukan hanya rangkaian kata saja tetapi kalau kita pahami dapat menjadi pemicu dan 

penyulut   

        Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang.

        Kesempatan kecil seringkali merupakanpermulaan kepada usaha yang besar.

       Mari kita jadikan pemenang dan mengukir nama kita sebagai bagian dari sejarah   peradaban manusia.

Keren bukan kalimatnya?

Untuk itu mari kita membuat prasasti sebagai bukti bahwa kita bagian dari sejarah yang bisa dinikmati generasi masa depan.Dengan meninggalkan jejak tulisan kita sebagain bukti bahwa kita pernah ada.

Salam literasi


Comments

Popular posts from this blog

Anak ADEM ku yang Pertama

Sekolah tlah membesarkanku hingga kini

Mengelola Majalah Sekolah