Menulis Buku Terbaik Perpusnas

RESUME KE-14 MENULIS BUKU TERBAIK PERPUSNAS Narasumber : Dr. Mudaiatun Isriyah Moderator : Widya Setianingsih Waktu : Rabu, 16 Februari 2022 Pukul : 19.00 s.d. 21.00 WIB Tidak terasa pertemuan malam ini sudah menginjak pertemuan ke-14 dengan beberapa narasumber yang hebat.Seperti pertemuan malam ini diisi oleh narasumber hebat dengan segudang prestasi, yaitu Dr. Mudaiatun Isriyah . Beliau lahir di Lumajang 21 April 1969 menyelesaikan pendidikan di SD Negeri 1 Wonorejo Lumajang, SMPN 1 Lumajang, SMAN 1 Tempeh Lumajang dan melanjutkan ke perguruan tinggi untuk jenjang S-1 PAI UMM Malang, S-1 BK UNIPAR Jember, S-2 PAUD UNESA Surabaya, S-3 BK UM Malang . Beliau adalah seorang dosen di FIP Prodi BK UNIPAR Jember. Beliau ini seorang kepala sekolah berprestasi dan prestasinya pada tahun 2021 sebagai pemenang Buku Terbaik 1 (Tema Pendidikan Jarak Jauh ) Perpusnas 13 . Dan hari ini beliau akan berbagi pengalaman bagaimana bisa menjadi pemenang pada Perpusnas . Malam ini beliau dibantu oleh seorang moderator yang memiliki ciri khas dengan kepuitisannya yaitu Ibu Widya Setianingsih. Pembuka diawali dengan roncean kaliamat penyemangat yang puitis dari seorang moderator yang pandai memainkan kata sehingga suasana sangat hidup.Pada awal pemberian moderator menggiring untuk “Mulai kata sepakat dengan niat untuk menulis , siap apa yang ada di depan kita…” “Menulis itu Indah”, itulah judul yang diberikan malam ini. Menulis merupakan kegiatan berbahasa , tetapi tidak semua orang terampil berbahasa dapat menulis dengan baik. Menulis memang tidak mudah tetapi jangan dibayangkan bahwa menulis itu kegiatan yang sulit serta ada kaitannya dengan bakat. Menulis merpakan suatu keterampilan maka harus dipraktikan dan diulang-ulang atau dilatih secara berkesinambungan. Kita sebagai guru bahasa Indonesia suka tidak suka harus bisa menulis karena apa yang terjadi ketika kita mengajarkan menulis sementara pengajarnya sendiri tidak punya pengalaman menulis. Apa yang akan terjadi? Mengapa orang tidak suka dan menghindar dari menulis? Karena ia tidak memiliki pemahaman yang memadai mengenai apa, mengapa, dan bagaimana menulis itu. Untuk itu pada materi malam ini narasumber akan mengupas tentang wawasan yang bisa dijadikan bekal kita untuk bisa menulis. A. Pengertian Menulis Menulis merupakan suatu aktivitas menuangkan pikiran secara sistematis ke dalam bentuk tertulis. Atau kegiatan memikirkan, menggali, dan mengembangkan suatu ide sambil menuliskannya. Dan menulis pada dasarnya suatu bentuk komunikasi berbahasa (verbal) yang menggunakan symbol-simbol tulis sebagai mediumnya. Sebagai sebuah ragam komunikasi , dalam menulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat. Keempat unsur itu adalah, 1. Penulis sebagai penyampai pesan 2. Pesan atau sesuatu yang disampaikan penulis 3. Saluran atau medium berupa lambing-lambang bahasa tulis seperti huruf dan tanda baca, 4. Penerima pesan ,yaitu pembaca sebagai penerima pesan ya ng disampaikan oleh penulis B. Fungsi dan Tujuan Menulis 1. Fungsi Personal , yaitu mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya yang diungkapkan melalui surat atau buku harian. 2. Fungsi Instrumental (direkti), yaitu mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain. 3. Fungsi Informatif, yaitu menyampaikan informasi, termasuk ilmu pengetahuan. 4. Fungsi Interaksional, yaitu menjalin hubungan social. 5. Fungsi Estetis, yaitu untuk mengungkapkan atau memenuhi rasa keindahan Ternyata dari fungsi-ungsi tersebut kita bisa memilih menuju kemana tulisan kita? Kaku dimanakah passion kita? C. Tujuan Menulis 1. mengubah keyakinan pembaca 2. menanamkan suatu pemahaman kepada pembaca 3. merancang proses berffikir pembaca 4. menyenagkan dan enghibur pembaca 5. memberitahu pembaca 6. memotivasi pembaca D. Manfaat Menulis 1. Peningkatan kecerdasan 2. Pengembangan inisiatif dan kreativitas. 3. Penumbuhan keberanian 4. Pendorong kemauan dan keterampilan mengumpulkan informasi. Selain manfaat menulis di atas, ada beberapa pendapat para ahli tentang manfaat menulis. Hairston (Nursisto, 1999:8) memaparkan beberapa manfaat menulis, yaitu: 1. Sarana untuk menemukan sesuatui 2. Memunculkan ide baru 3. Melatih keterampilan mengorganisasikan dan menjernihkan sebagai konsep atau ide. 4. Melatih sikap objekti pada diri seseorang 5. Membantu menyerap dan memproses informasi 6. Melatih untuk berfikir aktif Itulah manfaat serta tujuan dalam proses menulis. Setelah menyampaikan materi , narasumber menggiring peserta untuk memulai menulis dengan merumuskan dulu niat tentang apa yang akan ditulis.Setelah itu menentukan ide yang biasanya didapat dari berbagai sumber, yaitu membaca buku,membaca jurnal ilmiah, berdiskusi, menghadiri seminar, mengamati fenomena di masyarakat, atau berasal dari sumber lain. Dan bila sudah mendapatkan ide segera tulis jangan dinanti-nanti agar ide tidak hilang sia-sia. Lalu “Menulislah dengan hati saat menukis Novelty akan didapat” itu rupanya jawaban pengalaman narasumber sehingga bisa jadi penulis handal sehingga bisa mendapatkan penghargaan dari Perpusnas. Dengan demikian, apa Novelty itu? Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah tulisan. Tulisan dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi ,baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan.Dan kebaruan itu beda dengan yang lain, maka bisa dikatakan tlisan kita itu mengandung novelty. Setelah narasumber menyampaikan paparannya seperti biasa dilanjutkan sesi tanya jawab. Dari tanya jawab tersebut, dapat dirangkum beberapa poin penting , yaitu: 1. Passsion itu apa yang kita sukai mengenai tulisan kita.Dan tulisan kita agar menjadi tulisan yang baik harus ada referensi atau sumber-sumber rujukan lain. 2. Self Healing dalam menulis mengantarkan narasumber menjadi penulis yang mendapat penghargaan Perpusnas. 3. Untuk meningkatkan kepercayaan diri menulislah dulu di blog, digabng menjadi antologi. 4. Estetika tulisan itu persoalan rasa , rasa itu seni, seni itu budaya, bidaya itu kebiasaan, jika kita memiliki passion estetika maka menukslah sampai menjadi budaya. 5. Waktu paling tepat menulis adalah saat kita sedang ree, dan sudah ada niat untuk menulis. 6. Novelty dengan ciri khas jelas berbeda alau ciri khas itu karakter dalam tulisan tetapi kalau novelty itu kebaruan makanya perlu rujukan. Itulah beberapa pertanyaan yang bisa dirangkum pada malam ini. Kita harus memiliki pemahaman yang memadai mengenai apa, mengapa, dan bagaimana menulis itu. Melalui paparan narasumber malam ini kita dibekali apa yang kita butuhkan untuk dapat menulis.Bahkan bisa mendapatkan penghargaan Perpusnas seperti yang diraih narasumber kita malam ini. Tak terasa di pengujung waktu pertemuan berakhir. Banyak hal baru mengukir motivasi semoga pengalaman narasumber bertambat di hati peserta, biar prestasi serupa berlabuh di pantai nasib semua.Dan menjadi navigator diri tuk menemukan passionnya. Aamiin.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Anak ADEM ku yang Pertama

Sekolah tlah membesarkanku hingga kini

Mengelola Majalah Sekolah