Resume Ke-19

PEMASARAN BUKU

Narasumber     : Agus Subardana, S.Pd.,M.M

Moderator        : Ralianti 

Waktu                : Senin, 28 Februari 2022

Pukul                : 19.00 s.d. 21.00 WIB

Temnpat            : Daring Via WA Grup Belajar Menulis 23-24



Serasa di atas angin ,pertemuan ke-19 mengantarkanku pada awan yang bertengger di birunya langit.
Membawaku seolah sudah menjadi penulis yang siap untuk memasarkan hasil karya. Kenapa tidak ?
Judul materi malam ini  benar-benar membukakan pintu selebar-lebarnya untuk bisa mendistribusikan
pengaslaman-pengalaman penulis untuk dibagikan kepada masyarakat pembaca. Pintu terbuka lebar untuk membidik pembaca sejati yang setia menanti.

Kucoba memposisikan diriku menjadi penulis yang sebenar-benarnya  sudah berhasil membuat setumpuk karya dan siap dipasarkan. Kugunakan hukum tarik menarik agar apa yang diimpikan terwujud. Seperti kalimat di bawah ini,

                           " Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup Anda ditarik oleh Anda.

                              setiap pikiranmu adalah hal yang nyata suatu daya"

                                                                                  (The Secret : Prentice Mulford)

Kumulai menarik sekencang-kencangnya dan berperang dengan kemalasan dan dinamika pekerjaan rutin menemaniku keseharianku. Ini malam materi sangat bagus akan sangat mendukung ketika kita ingin menempatkan diri untuk menunjukkan karya nyata yang kita buat.

Sesuai judul materi malam ini yaitu " Pemasaran Buku" in merupakan hal yang berharga dan harus diketahui hingga kita tidak merasa kebingungan untuk memasarkan hasil karya berupa buku. Narasumber pada malam ini Bapak agus Subardana yang memiliki background pendidikan S2 Jurusan Manajemen Pemasaran, sering menjadi moderator berbagai event. Pada kesempatan ini beliau akan berbagi pengalaman dan memberikan strategi pemasaran buku. Beliau dibantu moderator hebat yang akan  setia memandu acara ini yaitu Ibu Ralianti.Mari kita simak paparannya.

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana penyampaian informasi. sejak usia dini , anak-anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca dan meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang berperan di bidang penerbitan buku.

Di tengah melesunya bisnis di berbagai industri akibat pandeemi Covid-19, industri penerbitan buku skala global- dunia justru bertumbuh. Merujuk pada laporan Nielsen Bookscan ICM, penjualan buku secara global/ dunia hingga akhir 2021 (YTD) mengalami mpertumbuhan cukup significan. Berdasarkan data tersebut berikut genre buku yang mengalami kenaikan.

  • 1. Genre Food & Drink kenaikannya 33% menjadi 2,8 juta Euro
  • 2. Genre Fiksi kenaikannya 9% menjadi 7,1 juta Euro
  • 3. Genre Keisure & Lifestyle kenaikannya 37% menjadi 1,4 juta Euro
  • 4. Personal Development tumbuh kenaikannya 11% menjadi 2,2 juta Euro
  • 5. Children & Young Adult Nonfiction tumbuh kenaikannya 15% menjadi 1,5 juta Euro
Seiring dengan kenaikan secara global, masa pandemi ini pemasaran buku di Indonesia pun turun naik. dri analisa pasar yang diungkapkan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), seperti yang dikutip dari situs resmi www.ikapi.Orgnanisasi industri penerbitan nasional  terdampak cukup keras karena terpaan pandemi. Hal ini karena tutupnya toko-toko buku, sekolah-sekolah, dan pengadaan buku oleh dinas /perpustakaan.

Berdsarkan hasil survei ikapi, sebanyak 58,2% penerbit mengeluhkan penjualabn yang turun lebih dari 50%. Separuh penerbit juga menyebutkan merosotnya produktivitas karyawan secara tajam  dalam kjondisi work from home (WFH) saat ini. Bahkan sebanyak 60,2% penerbit hanya menyatakan bahwa mereka hanya sanggup menggaji karyawan selama tiga bulan dan hanya 5% yang menyatakan sanggup  bertahan sampai satu tahun. Jadi industri buku di Indonesia saat pandemi mengalami penurunan drastis mencapai 50% hingga 80%. Namun untuk penerbit ANDI Offset masih bisa bertahan dan bertumbuh.

Genre buku yang bertumbuh pada penerbit ANDI Yogyakarta di masa pandemi, yaitu : buku sekolah, buku anak, buku masak, self improvement, hukum, bisnis, parenting&fanily, dan computing tecnology. Tumbuhnya penjualan di kanal online dan Directselling.

Strategi pemasaran penjualan buku dipengaruhi banyak asfek unik. hal ini dapat dilihat dari jenis-jebis buku yang diterbitkan. Jenis buku yang diterbitkan dikelo,mpokkan menjadi kategori buku. Salah satu contoh penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak kategori produk, yaitu ada 32 kategori produk  buku (Kategori buku anak, Buku Bisnis, Buku Pertanian,  Buku Fiksi-Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks, dll)

Pada umumnya kegiatan penasaran buku berkaitan dengan koordinasinya beberapa kegiatan bisnis. Sehingga strategi penasaran pada umumnya dipengaruhi oleh faktor yang meliputi :
1.Faktor Mikro : perantara, pemasok, pesaing, dan masyarakat.
2. Faktor Makro : demografi-ekonomi, politik-hukum, trknologi-fisik dan sosial-budaya.
Saat  ini narasumber menjalankan bisnis penerbitan buku hingga  masuk faktor mikro dan makro. Hal ini dikarenakan penerbit ANDI Offset sudah termasuk industri penerbitan buku , dengan usia 42 tahun dan telah menerbitkan lebih dari 15.000 judul buku yang telah dikelompokkan menjadi 32 katagori. Ini semua bisa kita kunjungi pada( website www.andipublisher.com)
Strategi pemasaran buku telah dipetakan menjadi dua strategi, yaitu Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara (on line) , dan Strategi Pemasaran Buku serangan Darat (off line).

A.Strategi Pemasaran Buku Online

1. Pentingnya Transpormasi Digital 

Dampak dari pandemi Covid-19 telah mengubah dunia menuju era low Touch Economy . Era ini ditandai dengan interaksi antarindividu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, keharusan mengecek kesehatan dan keserlamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sektor-sektor industri terutama sektor industri perbukuan. Perubahan iniu berdampak ke berbagai hal. 

Strategi utama yang dipakai adalah Digital Marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitn buku.Adapun manfaat Digital Marketing, antara lain:

a. Biaya relatif murah

b.daya jangkau sangat luas

c. mudah menentukan target pasar buku yang ditawarkan sesui kategori

d. komunuikasi dengan konsumen lebih mudah

e. lebih cepat populer

f. sangat membantu meningkatkan penjualan

g. mudah dievaluasi dan dikembangkan

Lima Strategi Online Penerbit ANDI

1) Melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat iniu jumlahnya        mencapai 100 best seller.

2) Mengejar program Pree Order melaui toko buku online, e-commerce, maupun reseller individu.              menjual merchandise, e-book, hingga buat content.

3) Melakukan optimalisasi di semua lini produk , baik optimalisasi promosi, branding, hingga reseller.        "Objektifnya, buku sudah bukan lagi untuk dibca melainkan sebagi bagian dari gaya hidup di                 masyarakat.

4) Melakukan optimalisasi stok produk melalui program bundling dan online.

5) Mengelola Dead Stock, yakni mengelola buku-buku yang tidak terjual melalui program diskon dan        melakukan books fair/pameran buku secara online.

2.Pemasaran Buku Lewat Komunitas 

   Penjualan buku lewat komunitas akan lebih efektif dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya lebih btinggi. Kuncinya kita harus proaktif komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita. Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas p[emasaran  lewat komunitas dengan mengadakan  webinar, Zoom, Live ..Youtube TV ANDI dengan tema yang menarik.

B .Starategi  Pemasaran Buku Darat ( Off line)

Untuk menguasai seluruh wilayah Nusantara ini dalam penetrasi pasar buku, kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiapo kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Peneerbit ANDI sudah memiliki 90 cabang da4ri Aceh sampai Papua, dengan menbempatkan tenaga pemasaran di setiap kantor vcabang. Strategi pemasaran bvuku darat imni dikelompokkan berdasarkan  target pasar yang kita tuju, antara lain :

 Strategi Pemasaran di Toko Buku

    Penerbit buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri, sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa menjadi pemasok rutin di toko buku maka perlu pemetaan jenis to0ko buku. Toko buku ini dipetrakan menjadi tiga jenis, yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semimoderen, dan Toko Buku Tradisional.

Tugas-tugas Marketing Toko Buku

  • merapoihkan display
  • cek stok
  • menjalin hbubungan baik dengan toko
  • skill selling
  • menganalisa toko
  •  melakukan RO (repeat order)
Untuk mempertajam  pemasaran di toko buku dapat dilakukan Strategi Promosi. Di  toko moderen ada berbagai macam cara yang dilakukan, antara lain:

  • Menguasai display buku, supaya tampilan buku tetap menarik
  • Mengadakan promosi internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
  • Mengadakan bedah buku, talkshow dan potongan harga pada buku tertentu dan periode tertentu
  • Mengadakan event tematik sesuai momen bulan  berjalan (program ramadhan, Program TAB< Program TAM, dll)
  • Membuat rencana program promo dalam satu tahun

C. Directselling

Directselling atau penjualan langsung menjadi cara yang paling efektif unruk membangun bisnis yang fleksibel dan berbiaya rendah.. cara ini dapat mengurangi biaya iklan, menghindari biaya overhead, dan membangun hubungan pelanggan yang tahan lama dan jangka panjang.Produk-produk penerbit ANDI Offset dipasarkan dan dijual lamngsung melalui perwakilan penjalan independen yang dikenal juga sebagai Sales Direct Selling.Ini  menghilangkan perantara yang terlibat dalam distribusi , seperti pedagang grosir dan pusat distribusi regional. Sebaliknya, produk dikirim langsung dari mprodusen ke perusahaan penjualan, lalu ke perwakilan atau distributor, danterakhir ke konsumen. Produk yang dijual melalui mpenjualan langsung biasanya tidak ditemukan di lokasi ritel tradisional. ini berarti menemukan distributor atau mperwakilan adalah satu-satunya cara untuk membelinya.

Pemasaran  buku melalui Directselling dipetakan berdasarkan jenis kategori buku yang diterbitkan.Jenis kategori buku penjualan lewat Directselling dibagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

  • Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan Buku Pendamping untuk jenjang SD,SMP, SMA/SMK)
  • Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah.
  • Buku Referensi untuk jenjang TK,SD,SMP,SMA-SMK, Perguruan Tinggi dan umum.
Dengan pemetaan jenis katagori tersebut di atas maka  penerbit ANDI melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales)

Tugas tenaga Penjual/ sales Direct Selling

Sales mempunyai tanggung jawab target sesuai maping area, dengan tugasnya, antara lain :

  • Kunjungan langsung ke tiap sekolah PAUD-TK,SD.SMP,SMK
  • Kunjungan langsung ke setiap Kampus/Perguruan Tinggi untuk menemui Dosen,tiap Kaprodi, Tiap Dekan, ke LPPM, dan sampai ke Rektor.
  • Kunjungan lamngsung ke setiap Perpustakaan Sekolah, Perpus Kampus, Perpus Daerah dll.
Dengan mengadakan kunjungan tersebut diharapkan dapat berinteraksi dan membangun  kerjasama yang baik. sehingga dampaknya hasil penjnualan buku dapat meningkat.
Itulah paparan narasumber tentang pengalamannya mengelola penerbitan buku yang sangat luar biasa pencapaiannya. semoga dengan paparan materi malam ini memberikan angin segar untuk kita yang akan menyajikan karya  berbagi informasi, pengalaman serta ilmu yang sangat bermanfaat melalui tulisan kita. 

Tidak ada usaha yang menghianati hasil....
Salam Literasi.





Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Anak ADEM ku yang Pertama

Sekolah tlah membesarkanku hingga kini

Mengelola Majalah Sekolah