Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Pebnerbit Indie

 RESUME KE-18

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

Narasumber     : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd

Moderator        : Rosminiyati

Waktu               : Jumat, 25 Februari 2022

Pukul                : 19.00 s,d, 21.00 WIB

Tempat             :  Via WA grup Menulis Gelombang 24


Aroma dan energi  buku yang sudah disiapkan oleh para peserta rupanya sudah tercium oleh narasumber malam ini. Bagaimanapun juga setiap peserta pasti berkeinginan meluncurkan buku solo sebagai syarat kelulusan dan sertifikat bernilai 40 jam ada di tangan.

Pak Raimundus Brian Prasetyawan adalah sosok guru blogger millennial yang lahir di Jakarta,, 30 Juni 1992, berprofesi sebagai guru SDN Sumur Batu 01 Pagi Jakarta, berbagai  capaian telah diraih terkait blog dan tulisan beliau juga alumnus Belajar Menulis PGRI geombang 4. Itulah profil narasumber kita  yang akan dibantu oleh moderator yaitu Ibu Rosminiati.

Pada pertemuan malam ini memberikan peluang atau cara untuk bisa mewujudkan impian  para penulis untuk dapat menerbitkan karya-karyanya . Narasumber akan memberikan informasi lengkap tentang penerbit Indie, agar segera bisa menerbitkan resume yang dibuat.Karena penerbit Indie ini mempermudah dan mempercepat penerbitan dan menjadi solusi tepat bagi penulis pemula.

Ciri-ciri Penerbit Indie

1.      Tidak ada seleksi, semua naskah diterima

2.      Proses  terbit cepat

3.      Biaya penerbitan bervariasi tergantung ketentuan dan fasilitas penerbitan

4.      Biaya cetak ulang dan ongkir ditanggung penulis

5.      Penulis menentukan sendiri harga buku

6.      Tidak memasarkan ke toko buku

7.      Penulis harus memasarkan sendiri jika bukunya laris 


      Itulah ciri-ciri penerbit Indie, kita tidak perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pracetak  penerbitan. Tetapi memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan. Narasumberpun sudah berpengalaman menerbitkan 3 buku solo dari penerbit Indie, yaitu…


Penerbit indie itu banyak sehingga kita perlu mempertimbangkan dalam memilih penerbit. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie.

·         Biaya penerbitan

·         Fasilitas penerbitan

·         Batas maksimal jumlah halaman

·         Ketentuan biaya cetak ulang

·         Apakah dapat master PDF

·         Lama penderbitan

·         Jumlah buku yang didapat penulis

Hal itu semua harus diketahui sebelum penerbitan  agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan yang tidak diketahui sebelumnya. Sebagai arahan ,narasumber memberi rekomendasi penerbit yang menjadi rekanannya, yaitu Penerbit Depok dan Penerbit Malang.Bahkan narasumberpun dapat membantu peserta untuk menebitkan buku dengan memilihkan penerbit yang kinerjanya tidak diragukan lagi.

Tentu saja narasumber mengajukan dua penerbit ini karena beliau sudah merasakan sendiri kelebihan yang dirasakannya.Berikut perbedaan dari kedua penerbit tersebut,



Penerbit Depok juga ada paket gratis. Tapi ada minimal cetak 40 eksemplar. Paket ini dipakai untuk sekolah yang cetaknya banyak sehingga tidak memikirkan biaya penerbitan lagi. Dan dari table diatas dapat disimpulkan bahwa penerbit Depok cocok untuk yang hanya ingin sekadar menerbitkan buku saja, dan tidak berencana cetak ulang.Maka  biaya penerbitan lebih terjangkau. Biaya penerbitan yang murah, membuat biaya cetak ulang di penerbit Depok cukup lumayan.

Sementara Penerbit Malang cocok untuk mereka yang berencana menjual bukunya, karena jumlah buku yang diberikan lebih banyak. Dengan biaya penerbitan 650.000 terhitung lebih hemat. Jika stok buku habis, bisa cetak ulang lagi dengan biaya cetak perbuku lebih murah dibanding Penerbit Depok.

Paparan malam ini semakin membukakan kita untuk bisa mewujudkan impian menerbitkan buku. Kemudahan, pilihan  sudah terlihat jelas tinggal keputusan yang ada pada diri kita .

Siapkan naskah terbaik dan jangan biarkan tulisan yang ada sebatas terpajang di dokumen tanpa penonton. “Merealisasikan tulisan kita suatu bentuk mengpresiasi karya sendiri”. Raihlah mahkota penulis sandang gelar alumni. Semoga terjadi.  

 

,

Comments

Popular posts from this blog

Anak ADEM ku yang Pertama

Sekolah tlah membesarkanku hingga kini

Mengelola Majalah Sekolah