Mengelola Taman Bacaan

 Resume Ke-30 

Mengelola Taman Bacaan 

Narasumber.  : Bambang Purwanto,S.Kom,Gr.

Moderator.   :   Ralianti 

Waktu.      : Jumat,25 Maret 2022 

Pukul.        : 19.00 s.d.21.00 WIB 


Dimana ada awal disitu ada akhir. Tiga puluh pertemuan lumayan waktu yang memberikan pengalaman berharga untuk seseorang bisa mendapatkan apa yang diinginkan, Bagaimanapun tidak , dalam tiap pertemuan kami diberikan berbagai materi serta motivasi untuk membuat tulisan dari para narasumber juga teman-teman hebat ,kelas belajar menulis ini.

Di penghujung pertemuan ini yaitu ke 30 mengusung judul “Mengelola Taman Bacaan” ini merupakan judul yang full memberikan motivasi terbesar bagaimana kita mengelola taman bacaan. Narasumber malam ini yaitu Bambang Purwanto,S.Kom.,Gr. Dengan nama panggilan Mr. Bams atau ayah Salwa yang terkenal juga dengan panggilan Mario Teduh. Beliau lahir di Bandung, 6 April 1974. Pendidikan terakhirnya S1 STIMIK AMIK Bandung.

Beliau akan berbagi pengalamannya dalam membuat dan mengelola TBM (Taman Basaan Masyarakat) yang diberi nama SALWA  yaitu TBM  yang didirikannya.

1.Mengawali dengan mengumpulkan buku-buku yang dimiliki di rumah. Terkumpul ada sekitar  200 buku.

2. Simpan di sebuah box.

3. Setelah terkumpul, memilih tanggal yang sekiranya baik, maka kami lahirkan TBM Ayah Salwa pada tanggal 5 Oktober 2011

Sekarang sudah  umumnya sudah masuk 10 tahun.

Penatan bukunya dan teknik sederhananya, sebagai berikut:

1.      Pertama siapkan sebuah rak, dengan 3 trap. Rak pertama saya simpan koran dengan buku pengunjung. Rak kedua saya simpan 20 buku cerita anak-anak. Rak ketiga saya simpan majalah bobo sebanyak 20 buah.

2.      Setiap pagi saya simpan di teras. Rumah kami tanpa pagar. Anak-anak sangat mudah sekali menjamah buku yang kami simpan di teras. Rumah kami kosong, karena Ayah Salwa dan Ibu Salwa bekerja.

Perjuangan membangun TBM yang beliau lakukan yaitu pendekatan kepada tetangga, Ketua RT dan Ketua RW.  Taman bacaan yang didirikan dan dikelolanya yaitu TBM AS  Lebakwangi dalam menjalani kegiatannya memanfaatkan facebook.

Apa yang dilakukan di facebook?

Posting kegiatan-kegiatan yang dilakukan di TBM AS Lebakwangi. Kegiatan awal memang tidaklah langsung mengajak anak-anak membaca. Cara perdana adalah dengan mengadakan Dongeng Ayah Salwa. Ternyata anak-anak senang mendengarkan dongeng. Buku-buku kami keluarkan dan di gelar di meja yang telah disiapkan. Anak-anak berkumpul dan mendengarkan dongeng.

TBM AS Lebakwangi pun memiliki blog, ternyata untuk istiqomah mengelola blog itu memang tidaklah mudah.Sehingga kini beliau lebih fokus dengan penamrbams.id. Ini blog TBM AS Lebakwangi :https://lebakwangimembaca.wordpress.com/

Inilah tampilan TBM, kalau berselancar disana, banyak informasi yang didapatkan.

Seperti apa kalau TBM AS Lebakwangi dicari di mesin pencari google. Inilah penampakannya



Berada di daerah yang banyak pegiat literasi sangat memudahkan untuk membantu perkembangan TBM, seperti pengalaman narasumber yang tinggal di Kabupaten Bandung sangatlah beruntung. Banyak pegiat literasi yang lebih dulu bergerak dibidang literasi. Mereka tidaklah memikirkan biaya, militansinya sangat terasa. Sebut saja TBM Arjasari dan Sudut Baca SoreangDalam mengelo la TBM AS Lebakwangi kami mencari pengelola yang sanggup menunggu. Bahkan kami memiliki 5 generasi yang pernah menjadi pengelola harian. Mereka kami berikan insentif. Mulai dari 100 ribu hingga yang terakhir 500 ribu. Dari mana uangnya ? awal dari pribadi, sampai akhirnya mendapatkan donatur karena mereka peduli dan melihat kegiatan di Facebook.

Apa sih keutungan membuat TBM? TBM adalah tempat pengabdian. Tempat belajar untuk ikhlas, sabar dan senang dengan anak-anak. TBM tidaklah seseram Perpustkaan yang harus hening. Coba bayangkan anak-anak dengan riang membaca dengan bersahutan. Mereka tidak merasa terganggu. Bayangkan saat kita di perpusakaan sekolah misalnya, baru ngobrol sebentarnya saja langsung orang yang terdekat akan menatap tajam sembari sedikit mengeluarkan mata.

Interaksi dengan TBM lain membuat jaringan TBM menjadi kuat. Silaturahmi pegiat literasi memudahkan untuk saling menguatkan. Ini kegiatan benar-benar sosial, ngak ada duitnya. Untungnya adalah kebahagiaan yang bisa melihat anak-anak membaca buku, pinjam buku, cerita bersama , belajar komputer, belajar internet, belajar bernyanyi, membuat puisi, dan banyak kegiatan lainnya.

Keberhasilan beliau membuatnya pada tahun 2013 diberikan amanah sebagai  Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Bandung. Mendapatkan amanah sebagai Ketua FTBM Kab Bandung periode 2013-2017. Menjadi ketua sebuah organisasi pun tidaklah mudah, tidak dapat biaya operasional. Untuk roda organsasi tetap berjalan, harus membangun kemitraan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan (saat itu di Kab Bandung, adalah BAPAPSI masih berupa Badan belum Dinas)

Prestasi yang diraih dalam pengelolaan TBM AS Lebakwangi adalah :

1. Terpilih sebagai Ketua Forum TBM Kab Bandung periode 2013-2017

2. Juara ke 1 TBM se Kab Bandung tahun 2013

3. Juara ke 2 TBM se Provinsi Jawa Barat tahun 2013

4. Juara ke 1 TBM se Kab. Bandang tahun 2014

5. Juara ke 1 TBM se Provinsi Jawa barat tahun 2014

6. Anugerah Sabilulungan Award tahun 2018 dari Bupati Kab. Bandung

7. Juara ke 1 TBM Teladan se Kabupaten Bandung 2019

 Tahun 2012, setahun sejak TBM AS Lebakwangi berdiri  mendapatkan kejutan. Akhirnya bisa membeli rumah yang masih dekat dengan TBM. TBM no 18 rumah yang baru no 26.  Sejak itu TBM AS Lebakwangi memiliki bangunan yang mandiri.

Apa hubungan TBM dengan Guru ? Guru sepantasnya menjadi buku sebagai sahabat yang bisa dicintai. Mencintai buku banyaklah cara, seperi kita berada di kelas menulis  yang saat ini sedang berjuang untuk melahirkan buku. Awalnya antologi selanjutnya buku solo. Kecintaan  beliau kepada buku sudah sangat tak bisa dipisahkan. Rumah pun penuh buku dimana-mana

Mengelola TBM sejak 2011. Mendongeng sejak 2003. Dua aktivitas ini menguatkannya di sekolah. Guru tak hanya mengajar. Guru bisa lakukan banyak hal. Kegiatan literasi sangat banyak sekali di sekolah. Beliau aktif sejak adanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sejak zaman pa Anis. Bahkan dimulai jadi relawan di sekolah, pernah menjadi Koordinator Literasi (2019-2020 dan 2020-2021). Berhasil membuat SMP Taruna Bakti mendapatkan Anugerah Sekolah Literasi Ketegori Utama se Kota Bandung. Penghargaan secara pribadi pun didapat dari Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai Penggiat Literasi.

Manfaat TBM

1.      Menebarkan manfaat membaca buku

2.      Menjikan tempat yang dimiliki bernilai manfaat untuk orang banyak.

3.      Membuat keluarga peduli dengan literasi mengelola buku berarti harus mempraktikan apa yang ada di buku walau tidak semuanya

4.      Melatih kesabaran

5.      Berfikir cerdas bagaimana TBM bisa terus berjalan

6.      Berjejaring

7.      Eksistensi diri dan keluarga

Kepuasan memiliki TBM

1.      Bisa terbang gratis kalau ada kegiatan dan tinggal di hotel .

2.      Bila ada yang mau belajar TBM dari kita dan bisa lebih seukses

3.      Bisa romantis bersama pasangan dan kompak dengan keluarga

4.      Bermanfaat bagi lingkungan terdekat

 

Proses awal membuat TBM

1.      Prosedurnya:

a.       Bicarakan dengan keluarga untuk memberikan dukungan

b.      Siapkan buku dari buku yang ada saja

c.       Siapkan tempat walaupun di teras

d.      Tentukan kapan jam layanan

e.       Ngobrol dengan tetangga terdekat, karena nanti akan banyak berkunjung membaca suasana jadi ramai

f.       Meminta izin tertulis kepada RT dan RW juga ditandatangani tetangga terdekat

g.      Tahap awal perizinan samapi RT sajja dulu selanjutnya bisa koordionasi dengan Disdik setempat melalui Pengawas PLS

2.      Jadwal Baca Buku

a.       Buatlah penjadwalan yang membuat nyaman pembaca

b.      Tahap awal jangan dulu penjadwalan biarkan mereka datang . Misalnya sudah datang 3 ke TBM, baca di TBM kemudian lakukan pendataan untuk anggota.

c.       Trik mengajak masyarakat , lakukan kegiatan yang disenangi . Misalnyauntuk ibu-ibu adakan lomba memasak, untuk anak-anak mengadakan lomba menggambar, lomba menulis puisi, lomba menulis cerita dll.

Dari pengalaman narasumber dengan berbagai perjuangannya dalam mendirikan TBM menjadi gambaran bagaimana kita bisa berbagi untuk orang-orang terdekat  dalam upaya meningkatkan budaya literasi. Apalagi profesi sebagai guru merupakan kondisi yang sangat berkaitan erat dengan TBM ini  Seperti yang disampaikan narasumber  bahwa guru sepantasnya menjadi buku sebagai sahabat yang bisa dicintai. Mencintai buku banyaklah cara. Seyogyanya guru bukan hanya mengajar. Nah ,salah satu cara kita dengan mendirikan TBM ini karena akan banyak bahan yang akan kita berikan di taman bacaan yang akan kita buat.

Semoga jejak narasumber dengan berbagai pengalaman yang berharganya memotivasi kita bersama untuk mendirikan TBM.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Anak ADEM ku yang Pertama

Sekolah tlah membesarkanku hingga kini

Mengelola Majalah Sekolah