Menulis Di Kala Sakit

Resume Ke-22

Menulis Di Kala Sakit

Narasumber     : Suharto, M.Pd

Moderator       : Dail Ma’ruf

Waktu             : Senin, 7 Maret 2022

Pukul               : 19.00 s.d.21.00 WIB

Tempat            : WA grup Belajar menulis gel.23-24

Kalau mentari hari ini tak bersinar terhalang mendung ,tak jadi halangan tuk berjemur diri
Kalau saja purnama tak menampakan cahaya , ku tetap menikmati gelapnya malam
Kalau saja hujan ini tak turun ke bumi , tak jadi halangan untuk tetap menampung  air berkah dari langit
Kau bagai senja yang selalu setia menghampiri sang malam
Kau bagai mentari yang selalu setia menghampiri pagi
Kau bagai cahaya terang benderang dikala purnama
Hujan, badai, siang ,malam, gelap, terang tak jadi penghalang untuk terus menuntunmu

Mengarah kebaikan untuk semua orang...

 Itulah coretan sedikit puisi yang bisa saya sampaikan untuk narasumber hebat malam ini. Pada pertemuan ke-22 sungguh luar biasa dibimbing oleh narasumber hebat yang tak kenal lelah untuk terus berkarya menghasilkan  sumber inspirasi yang bisa dinikmati masyarakat pembaca.

Narasumber malam ini yaitu Bapak Suharto yang sering disebut Cing Ato. Dan materi yang dibahas malam ini “ Menulis Di Kala Sakit “benar-benar pengalaman beliau di kala melawan sakitnya.

Motivasi yang luar biasa dari judul dan narasumber malam ini dan  rasa malu yang menggelayut dalam hatiku , kontradiktif sepertinya karena beliau di kala sakit bisa menghasilkan karya –karyanya yang tiada henti sementara kita yang sehat tidak bisa menghasilkan tulisan ..hm…hm… Semoga ini memberikan motivasi terbesar.Aamiin

Mari kita simak pengalaman beliau

Sebelum sakit beliau sudah memiliki buku solo yaitu 2016 awal iku belajar menulis dengan Om Jay. Lagi semangat-semangatnya  terkena sakit 1 tahun tak bisa bergerak , hampir 4 tahun  berjuang memulihkan kesehatannya. Dan dari keyakinannya bahwa Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemampuannya, tetap menikmati keadaanya dan mensyukuri nikmatnya.Menyedihkan sekali menyimak cerita beliau. Lalu bagaimana bisa melaksanakan aktivitas hingga menghasilka karya yang luar biasa. Tidak ada yang bisa dilakukan, tangan tidak bisa bergerak, mengambil gawaipun dibantu istri  lalu diletakkan di dadanya. Barulah bisa menyentuh gawai yang sudah lama ditinggalkannya dan dari sinilah beliau bisa melacak akun facebooknya dan baru 3 hari baru ketemu  faswordnya. Sejak itu beliau mulai menulis apa yang dialaminya selama ini.Beliau menulis sesuai kronologis yang terjadi. Banyak sekali apresiasi dari sahabat dumai dan tulisannya sangat ditunggu oleh pembaca.

Ketika dipertengahan jalan ada sahabat sekaligus narasumber yang memberikan ilmu kepada beliau, menghubunginya dan bertanya-tanya tentang tulisannya dengan point of vieuw “AKU” . Yang menjadi kepenasaranan sahabatnya aku disana itu siapa ternyata setelah vicol otomatis terlihat kondisi yang sebenarnya . Kurus bagai tengkorak hidup, suara tak jelas, selang NGT menempel di hidung, selang ventilator di leher. Dan baru seperempat  jalan sahabat tidak sanggup lagi melanjutkan membacanya. Sedih banjir air mata dsn terharu.

Dalam kondisi sakit beliau mengikuti bimbingan menulis atas anjuran Om Jay dan menghasilkan karya yaitu “Belajar Tak bertepi”. Kondisi tidak jadi penghalang bagi beliau untuk terus berkarya ,tulisannya kian hidup karena semua benda yang ada di sekitarnya di ruangan rumah sakit diikutsertakan dan divisualisasikan seperti suatu yang bernyawa.Disebut dengan istilah CERPENTING ( cerita pendek tidak penting). Buku tersebut berjudul “GBS Menyerangku” yang isinya mengisahkan guru bergulat dengan penyakit langka dengan menulis. Bukunya banyak diminati pembaca.


Kondisi sakit  bukan halangan bagi beliau tetapi motivasi untuk terus dan terus menulis hingga  ratusan artikel tercipta. Artikel-artikel tersebut disimpan di Facebook dan blogsport. Dari artikel itu terlahir buku kedua ketika sakit yang berjudul “Menuju Pribadi Unggul”.




Hampir setiap hari beliau menulis , selama  2 tahun sepanjang Covid-19 bekerja dari rumah. Berikut datar buku solo yang telah beliau lahirkan.

1.       Mengejar Azan (dua bulan sebelum sakit) 2018

2.       GBS Menyerangku 2020

3.       Menuju Pribadi Unggul 2020

4.       Kompilasi Kisah Inspirati 2021

5.       Belajar tak bertepi 2021

6.       Aisyeh Menunggu Cinta (Roman Betawi) 2021

7.       Menepis Kesulitan Menulis 2021

8.       Gadis Pemikat (cerpen) 2022

9.       Kado khusus sang Bintang (motivasi belajar) 2022

10.    Lentera Ramadhan 2022 (sedang digarap)

11.    Catatan harian guru bloger madrasah

12.    Cing ato belajar pantun

13.    Cing Ato belajjar puisi

14.    Menulis di kala sakit

Dari sekian buku  yang terbit ada buku yang paling banyak diminati yaitu buku GBS Menyerangku bahkan pernah diresensi oleh Prof. Dr. Ngainun Naim. Buku “ Menepis Kesulitan” diresensi oleh guru dari Kalimantan Barat dan mengantarkan peresensi tersebut menjadi Juara.

Apa motivasi beliau untuk  menulis ?

 Motivasi-motivasi yang disampaikan narasumber benar-benar dirasakan sendiri

1.       Menambah amal dan ibadah

Hal yang menguatkan Cang Ato  di kala sakit beliau bisa menuangkan ide-idenya berdasarkan apa yang dirasakan. Kondisi yang menuntut kesabaran, kekuatan dan berusaha untuk menerima apa yang Allah berikan. Dan ini semua menjadi ide inspiratif yang dituliskan dan dinikmati oleh para pembaca. Pengalaman-pengalaman ketika sakit jadi pelajaran berharga yang bisa dinikmati pembaca.Itulah , bukti bahwa menulis dapat menambah amal ibadah.

2.       Untuk Kenaikan pangkat

Selain hasil tulisan kita bermanfaat untuk orang lain, menulis uga jelas banyak manfaatnya untuk penulisnya. Sebagai ASN keterampilan menulis itu sangat dibutuhkan untuk menunang karier. Hasil tulisan dapat diajukan untuk kenaikan pangkat.

3.       Untuk Kebanggaan /motivasi/inspirasi

Menulis dapat memotivasi orang lain dan yang lebih dekat tentu saja keluarga kita, anak-anak kita. Dalam keseharian dihabiskan untuk kegiatan menulis tentu saja anak-anak kita melihat aktivitas yang dilakukan terekam oleh mereka dikenal oleh mereka sehingga akrab dengan aktivitas  yang kita lakukan sehingga secara tidak langsung kita menciptakan gen penulis untuk anakanak yang kita cintai.

4.       Untuk mengabdikan ilmu yang dimiliki

Ilmu yang telah kita miliki bukan hanya untuk diri sendiri tetapi hal yang sangat berharga bisa berbagi untuk yang lain . Makanya tuliskan apa yang kita tahu dan bagikan sehingga kita bisa berbagi. Ilmu kita makin bertambah begitu pula orang lain. Berdasarkan pengalamannya,Cang Ato juga membagikan tips menulis bagi pemula, yaitu:

·         Menuliskan hal-hal yang dikuasai

·         Menuliskan hal-hal yang pernah dialami dan dirasakan

·         Menulis halhal yang ada di sekitar manusia

·         Menggunakan bahasa sederhana asalkan pesan tersampaikan dengan baik

Setelah menyimak paparan kisah narasumber banyak sekali pengalaman yang super berharga.

Kondisi bukan halangan untuk berkarya
Dibalik musibah Allah memberi anugrah
Allah memberi anugrah dengan berbagai kemasan ,tidak selamanya anugrah itu dikemas dengan hal yang baik menurut manusia
Selalu bersyukur apa yang Allah berikan, terus berkarya , berkarya berbagi ilmu  hingga jejak kita dapat dilacak.

 


 

 






Comments

Popular posts from this blog

Anak ADEM ku yang Pertama

Sekolah tlah membesarkanku hingga kini

Mengelola Majalah Sekolah