RESUME KE-28
TEKNIK PROMOSI BUKU
Narasumber : Akbar Zainudin
Moderator :
Widya Setianingsih
Waktu :
Senin, 22 Maret 2022
Pukul :
19.00 s.d.21.00 WIB
Tempat :
WA grup Belajara Menulis Gelombang 24
Pertemuan di ujung waktu , setelah kubereskan resume
ke-27 kumerasa terkulai karena tulisan yang sudah kubuat sedemikian rupa raib,
entah apa aku tak mengerti mungkin ada sesuatu yang tak sengaja aku klik. Ya
Allah… aku sangat mangkel.Sementara ini belajar menulis ke 28 sudah hampir
setengah jalan aku tak bisa megikuti
dari awal, terus mencari data yang hilang yang aku sendiri nggak tau harus bagaimana menemukannya, maklum aku sedikit agak
gaptek tidak bisa kalau harus cari-cari
hal yang belum aku tahu. Ah…sudahlah daripada aku harus mencari yang tak
berujung, mudah-mudahan nanti ada solusi.Sekarang lebih baik aku lanjut mengikuti belajar menulis pertemuan
ke-28 ini.
Tak terasa sudah diujung pertemuan kelas menulis ini , ingin rasanya pertemuan ini
masih beberapa episode lagi, karena disini aku menemukan sesuatu yang belum
kutemukan sebelumnya.Sesuatu yang bisa menggiringku untuk menempati singgasana
kepenulisan. Di grup menulis ini aku merasakan banyak aura positif yang bisa
membangun karakter , membangun motivasi yang laur biasa dari teman-teman yang
banyak membimbing ,memberi support , selalu menghargai sekecil apapun hasil
karya, Subhanalloh.
Sesuai jadwal malam ini yang memberi gambaran waktu
kalau kelas menulis ini akan segera berakhir .Judul materi malam ini “Teknik Promosi Buku”, berarti sudah
proses terakhir dari sekian rangkaian yang mulai dari motivasi, mencari ide , proses
menulis, penerbitan dan akhirnya mempromosikan hasil. Rangkaian yang cukup
panjang dan banyak sekali ilmu serta pelajaran berharga.
Narasumber yang membersamai malam ini adalah Bapak Akbar
Zaunuddin, M.MMJW. Seorang trained dan motivator
nasional, pendiri PT EMJEWE Training & Coaching serta perusahaan penerbitan
MJW grup. Penulis 13 buku motivasi. Dan buku terbaru beliau adalah The
Power of Manjadda Ajada. Buku ini semacam penyempurnaan dari Man Jadda Wa Jadda seri pertama
yang sudah cetakan ke-13 sudah beredar 55.000 eksemplar. Luar
biasa , prestasi yang sangat bagus sekali.
Setelah itu beliau menyampaikan pembukaan materinya melalui channel youtubenya tentang 7 cara promosi buku biar jadi best seller.
Sebelum
membahas strategi yang perlu dilakukan sebelum menulis adalah menentukan target
audiens atau pembaca kita siapa. Karena strategi untuk anak-anak tentu saja
berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga orang tua. Berikut buku beliau yang berisi panduan lengkap menulis buku.
Strategi pemasaran termasuk buku terdiri dari 4 hal,
yang biasa disebut 4P, yaitu:
1. Produk
(Strategi Produk)
Starategi ini sebenarnyya lebih
banyak menjadi tanggung jab penerbit. Kita sebagai penuis lebih banyak
memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dana pa kebutuhan
mereka terhadap buku kita.
Dengan demikian, monsep buku yang
akan diterbitkan menyesuaikan dengan kebutuhan audiens.
2. Prices
(Strategi Harga)
Menentukan harga buku biasanya
menjadi tanggung jawab penerbit . Pada dasarnya penentuan harga buku ada dua strategi.
·
harga buku secara umum.
·
buku dijual dengan harga premium (lebih mahal
dengan harga buku biasa).
3. Place
of Distribution (Distribusi)
Distribusi secara umum dibagi dua,
yaitu distribusi tradisional dan distribusi nontradisional.
Distribusi tradisional adalah melalui
toko-toko buku, baik took-toko buku jaringan nasional maupun took buku local.
Sedangkan distribusi nontradisional, di antaranya adalah :
a. Melalui
MLM (Multilevel Marketing)
b. Melalui
penjualan langsung
c. Melalui
marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak,Tokopedia, shopee)
4. Promotion
(Promosi)
Program promosi dilakukan oleh
penerbit dan penuis. Beberapa promosi yang bioasa dilakukan.
Pertama,
Launching buku adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di masjid, di
aula, lembaga pendidikan, hotel dan dimana saja yang strategis.Penyelemggaran
dan pembiayaan launching bisa penerbit atau penulis, Kita perlu meyakinkan
penerbit kalau buku kita akan laku karena itulah mereka perlu menyelenggarakan
program launching.
Kedua,
Bedah buku yaitu acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini
bisa secara online dan offline. Offline arti ya kirta bisa bekerjasama dengan
berbagai lembaga di beberpa tempat secara terus menerus lalu diupload di Medsos acara kita dan membuat orang
semakin mengenal kita.
Yang lebih mudah sekarang ini bedah buku secara online. Kita undang
orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita, Bisa di B, IG, WA Grup,
Zoom, dsb.
Ketiga,
Melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita.Seminar atau
workshop ini pertama boleh dilakukan secara gratis. Karena target kita adalah
mengenalkan buku kepada para peserta.
Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau bisa offline,
laksanakan di sekolah dan kalau online bisa via WA,Zoom, FB,IG,dsb .
Keempat,Membangun
komunitas. Komnitas yang kita bangun adalah komunitas yang kta sesuaikan dengan
tema buku. Kalau bukunitu temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku
tentang motivasi. Buku tentang gur, maka bangun komunitas guru. Buku tentang
menulis, bangun komunkitas menulis. Buku tentang ice briking, bangun komunitas
ice breaking, dst.Kelima, membangun jaringan reseller. Reseller adalah
orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang
terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual
buku kita 100.000,kita kasih 20-30 persen .Kita berikan materi-materi yang
terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.
Keenam,
jualan
di marketplace. Buka took di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia,dsb).
Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita. Yang
penting keberadaan kita dan buku ada. Itulah pentingnya ada di marketplace.
Jadi kalau ada orang yang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.
Ketujuh,Memanfaatkan
media social (Medsos) untuk promosi buku. Manfaaatkan sebaik-baiknya folloers
dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat
status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakinpaham, dengan
buku yang kita tulis. Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak
sharing-sharing, baru selling . Lebih banyak memberi pengetahuan kepada
masyarakat pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita.
Keterampilan tambahan
yang harus dimiliki oleh penulis dalam mempermudah proses penjualan buku,
yaitu:
1. Keterampilan
Berbicara di Depan Umum (Publik
Speacking)
Keterampilan
ini harus dimiliki agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman medsos dan
Youtube, menjadi menarik bagi calon
pembaca.
2. Kemampuan
Copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan).
Inonsalah
satu keterampilan paling peting untuk menjual pada abad 21.
3. Pemanfaatan
Teknologi Informasi
Bagaimana
memanfaatkan medsos seperti : Youtube,
FB,IG, WA, Zoom, Webex, Google Meet, dsb. Kita harus bisa memanaatkan
flatform zaman sekarang.
Itulah keterampilan tambahan yang harus dimiliki seorang penulis. Hal
itu untuk
mempermudah
proses pemasaran buku. Banyak cara yang
bisa digunakan agar karya yang kita
buat bisa
dinikmati pembaca sehingga kita bisa merasakan manfaat nikmatnya berbagi
serta
manfaat
finansial.
Mantul ayo bungkus jadi buku
ReplyDeleteSip,makasih🙏
DeleteLengkap bunda 👍 eksekusi buku solo dan siap promosikan
ReplyDelete