Akankah Kejujuran Dimuseumkan ?
#KK_Kelas_Kreatif_Writter Club
#Challange menulis 15 # Jujur
Juni 2022
Akankah Kejujuran Dimuseumkan ?
Ketika jujur bertengger maka muncul pertanyaan dan
pernyataan,
Ada apanya?
Apa adanya.
Dua pernyataan itu bukan hanya permainan kata , tetapi kalau
dikaji secara bahasa akan sangat dalam maknanya.Ada apanya? Ada sesuatu yang
disembunyikan.Pertanyaan yang begitu menyimpan misteri yang mendalam. Ketika
sebuah strategi dibuat untuk mengelabui maka dibelakangnya tidak lepas dari
niat-niat orang yang berkepentingan. Kata ‘kepentingan’ memiliki konotasi yang negatif
ketika segala sesuatunya dibuat secara tersembunyi. Biar orang lain tidak tahu
akan akal bulusnya ,yang penting tujuan segelintir orang atau bahkan tujuan
pribadi dan memakai jalan pintas terwujud.
Jujur ini urusan hati ketika seseorang sudah tidak punya
hati maka layaknya sebuah aplikasi, bisa jujur ketika kita mencari koordinat di google maps dan menentukan
titiknya. Ya dia akan jujur menentukan titiknya. Namun, ketika aplikasi minta
mengupload suatu berkas yang dituliskan A tetapi kita mengapload berkas B ternyata
bisa menerima juga. Kutelisik dokumen pendataran siswa baru
beragam adanya.Empat jam tidak terasa ku
baru keluar dari sebuah ruanganan yang cukup pengap dengan berbagai modus yang
mengindikasi atas penghianatan kejujuran yang dilakukan oleh oknum pengawal
pendatar peserta didik sekolah menengah atas yang punya kepentingan.
Nuansa ini tentu saja sering merapat ketika masa ppdb mulai
dibuka. Animo masyarakat untuk memasukan anaknya ke sekolah negeri dan favorit
sangat tinggi ,sementara kuota tidak bisa menampung semua pendaftar. Sistem
PPDB yang sudah bergulir berapa tahun dan menawarkan berbagai jalur, banyak
diserbu orang tua yang ingin mendaftarkan
anaknya. Misalnya, jalur zonasi yang digulirkan pemerintah .Keuntungan bagi pendaftar
yang rumahnya dekat dengan sekolah
negeri,.Sepanjang ada di daerah yang terangkum ring zonasi dan memenuhi persyaratan maka dengan
sendirinya mereka akan bisa diterima di sekolah tersebut, Dan ketika tempat
tinggal pendaftar tersebut di luar ring zonasi maka tidak akan bisa masuk ke
sekolah impiannya. Dengan demikian , munculah strategi untuk mendekatkan titik kordinat ke sekolah yang dipilih pendaftar
dengan harapan dapat diterima di sekolah yang diinginkan.
Disinilah ‘Apa adanya’ mulai diabaikan. Kejujuran menjadi
barang yang sangat langka sehingga kejujuran itu mahal. Ya , namanya juga
barang langka sudah lama dan tidak boleh dipakai karena sudah lama dimakan
usia, tinggalah dipajang di musieum . Itulah , mengapa mengungkap kejujuran itu terkadang sangat sulit dan banyak
tantangannya. Padahal kejujuran itu sangat dibutuhkan untuk mencapai
keberhasilan karena kejujuran sebagai
sumber dari segala kebaikan. Semoga kejujuran ini tidak sampai disimpan sebagai barang pajangan di museum.
Dan semoga kejujuran itu tetap tumbuh dan berkembang di hati pada semua orang.

Comments
Post a Comment