Ibu

 #KK_Kreatif_Writer_Club

#Menulis_10_menit

*Tantangan Menulis 10 Menit*

Challenge day #7 Ibu


Ku ingin menunjukkan hasil kerja  kerja kerasmu,ku ingin menunjukkan hasil kasih sayangmu,ku ingin menunjukkan hasil tempaanmu.

Kala itu itu rupanya perjuanganmu akan berakhir ternyata tidak.Rasanya ku merasa berdosa ketika ayahku menyuruhku tuk melanjutkan jenjang studi S-1 ,padahal lelahmu tak berkesudahan ketika ibuku harus menopang dan mengelola keuangan dapur yang kembang kempis karena jatahnya terampas biaya kuliahku. Setelah ku menyelesaikan studi D-3.Ayahku bersikeras menyuruhku untuk lanjut S-1.

"Lanjut saja,Ni ke jenjang S1,mumpung masih muda dan bapak masih mampu menyekolahkanmu."Kata ayahku di suatu waktu .Ibu yang sedang asyik nonton Televisi,menolehnya  lalu melihat kepadaku dengan wajah menunjukkan kurang setuju. Aku bisa membaca dari  gesturnya yang begitu berat, tapi rupanya beliau tetap memberi dukungan penuh .

Kebanggaan baginya karena aku bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Manakala aku pulang ke rumah setiap seminggu sekali selalu disambut hangat .Beliau menyediakan makanan kesukaanku, disambutnya aku dari halaman rumah. "Ayo cepat makan ibu sudah menyediakan makanan kesukaanmu", Sambil beliau membawanya ke ruang makan. Rupanya jadwal kepulangannku sudah tahu makanya beliau sudah menyiaokan makanan di meja makan. 

Namanya anak kost yaang jauh dari orang tua, segala harus sendiri , uang yang dikirim kadang cukup, pas-pasan kadang juga kurang dan harus ngutang, ya nasib. Makanya ketika pulang ke rumah ya allah, kayak yang kelaparan saja.Ibuku juga tahu kondisi bagaimana anak kost. "Ayo, makan yang banyak, Mih, tahu pasti kamu makan tidak seperti di rumah karena segala harus beli".. Sambil menunggu ku makan dengan lahapnya , makanan yang disajikan beliau yang nikmatnya tiada tandingan. Makanan yang disajikan, dibumbui dengan kasih sayang yang full.

Wajah ibuku terlihat begitu bahagia manakala aku datang, sambutannya begitu hangat. Rasanya aku nggak mau balik ke kosan kalau sudah dekat dengan ibuku.Beliau orangnya penuh kasih sayang, bukan hanya ke anaknya ke siapapun itu. Makanya orang -orang di sekitarnya , tetangga sangat sayang padanya.

Pada suatu malam, beliau memintaku untuk mencoba baju-baju yang beliau belikan . Pakaian yang sengaja beliau siapkan untuk aku mengajar. Tiga stel pakaaian mengajarku harus dicoba semua. Ku mencobanya satu persatu dan beliau melihatnya tampilanku dengan mata kebahagian yang terpancar.

Rupanya malam itu terakhir kalinya beliau ingin melihatku ,bagaimana tampilanku  saat aku mengajar.Senyum bahagianya kini tak kulihat lagi.Sambutan hangatnya ketika ku datang tak terasa lagi.Semua tinggal kenangan.Semoga Ibuku tersayang ditempatkan disisi-Nya. Surga untukmu Ibu.


Comments

Popular posts from this blog

Anak ADEM ku yang Pertama

Sekolah tlah membesarkanku hingga kini

Mengelola Majalah Sekolah