Insiden ujian dalam Ujian
KK_Kelas_Kreatif_Writter Club
#Challange menulis 17 # Ujian
Juni 2022
Insiden ujian dalam Ujian
Ujian kali ini tak seperti ujian pertamaku .Hatiku tak
setenang dan setegar kemarin. Dicekam
rasa takut keberhasilanku tertunda lagi. Maklum masih tersisa trauma kemarin.
Ujian PPG ku kelulusannya tertunda hingga aku masuk retaker.
Selang satu bulan ku ikuti lagi retaker.
Tiba waktunya kuikuti persiapan ujian, H-1 ada uji coba
perangkat dan aplikasi yang akan digunakan kuikuti dengan baik dan lancar.
“Semoga ujian besok lancar dan aku bisa menjawab soal “. Ungkap hatiku sambil
kusimpan kembali laptop yang akan kupakai. Sengaja kupakai laptop sekolah karena kurasa laptopku sudah mulai lemot
dimakan banyaknya data dan dimakan waktu. Kurasa lebih aman untuk dipakai ujian
besok. Pihak sekolah sangat mendukung dengan meminjamkan perangkat serta wifi
yang digunakan semenjak perkuliahan berlangsung hingga ujian.
Sesi empat ujianku terjadwal , hari Minggu
pukul 13.00 WIB. peserta harus sudah stanby 15 menit sebelum mulai untuk
mempersiapkan perangkat. Tiba waktu ujian, hatiku begitu gelisah dan adrenalinku
meningkat ketika kucoba membuka aplikasiku yang ada di laptop dan tidak bisa dibuka. Padahal perangkat itu kemarin dipakai untuk ujicoba
ujian.
Lima belas menit tiba waktu ujian, aku harus sudah masuk di ruang virtual,
handpone yang harus memonitor ketika ujian telah terpasang. Pak Ahmad pengawas ujianku sudah
memanggil-manggil peserta atas kesiapan.
Kubuka aplikasi ujian di laptopku dan
seketika aku terperanjat kaget karena ku
utak atik ternyata tak bisa dibuka. Aku panik , bingung dan khawatir setengah
mati , memasang lagi aplikasi memerlukan waktu cukup lama. Ku coba minta
bantuan petugas koperasi yang ada di sekolah kebetulan sedang piket dan
kebetulan jua pintar IT. Beberapa menit ternyata tak bisa aplikasi yang digunakan laptop itu. Kucari
anak-anak Osis yang kebetulan ada kegiatan
dan kupinjam laptopnya tapi tak berhasil ketika dipasang aplikasi . Kucoba
pinjam plasdisk untuk memindahkan aplikasinya di laptopku yang agak lemot, ini
satu-satunya cara untuk mencoba memindahkan aplikasi di laptopku yang kuanggap
kurang mendukung.Terdengar lagi suara pengawas hingga membuatku lebih panic
lagi. Tak pernah terbayangkan kalau aku gagal untuk mengikuti ujian retaker
ini. “ Ayo silakan para peserta pastikan
sudah siap, Sri gimana siap?”Pa Ahmad mengecek kembali kesiapanku. Suaranya
membuat aku panik. “Ya sebentar Pak, enggak tau ini koq jadi bermasalah begini “. Sahutku dengan nada
penuh kepanikan. “Lima menit lagi ya, di ruangan sudah tidak ada siapa-siapa
lagi kecuali peserta”.
“Dua menit lagi ya, coba sekarang handponenya di arahkan
pada sekeliling ruangan” ! intruksi Pengawas kepada setiap peseta.
Kini giliranku “Coba Sri diputar ke sekeliling ruangan , lho
koq masih ada orang lain ya?, Pastikan sudah tidak ada siapapun di ruangan!”
Tegas pengawas. “ Iya Pak , sebentar minta waktunya sedikit lagi” Seraya
jawabku. Rupanya detik terakhir aplikasi yang dipasang di laptop yang lemot
itu kini siap digunakan. Hingga sapaan
pengawas yang terakhir, “ Bagaimana Sri?” Tanya pengawas lagi. Alhamdulillah ya
Allah masih memberikan kesempatan untuk mengikuti ujian retaker ini.
“Siap Pak”.Kujawab dengan perasaanku yang penuh kebahagiaan.
Ternyata laptop yang kulirik sebelah mata , yang kuanggap
tak akan bisa digunakan untuk ujian menjadi penolongku.
Jangan menganggap sepele terhadap sesuatu hal karena bisa
saja yang dianggap sepele oleh kita akan menjadi penolong.Pelajaran yang
berharga dibalik ujian ini.
Sungguh luar biasa ujian ini bukan hanya ujian PPG tetapi
ujian kesabaran , kebesaran hati, keikhlasan untuk menjalani semua. Ujian retakerku diuji dengan insiden.
Perjuangan tidak pernah menghianati hasil.rnyata laptop yang kulirik sebelah mata , yang kuanggap
tak akan bisa digunakan untuk ujian menjadi penolongku.
Jangan menganggap sepele terhadap sesuatu hal karena bisa
saja yang dianggap sepele oleh kita akan menjadi penolong.Pelajaran yang
berharga dibalik ujian ini.
Sungguh luar biasa ujian ini bukan hanya ujian PPG tetapi
ujian kesabaran , kebesaran hati, keikhlasan untuk menjalani semua. Ujian retakerku diuji dengan insiden.
Perjuangan tidak pernah menghianati hasil.

Comments
Post a Comment