Keyakinan Menentukan Pilihan
#KKKreatifwritersclub#
Menulis 10 menit
Challenge,3 Juni 2022
Tema: Pilihan atau memilih
Keyakinan menentukan pilihan
Pilih dan memilih ,dua kata yang berkaitan erat kata kerja dan kata benda.Ketika kita sudah melakukan aksi maka akan ada bukti,ketika kita sudah melakukan suatu pekerjaan maka akan ada hasil pengerjaan.Namun,ada kalanya kita dihadapkan pada pilihan sulit.Kenapa bisa begitu?
Ketika pilihan itu sama pentingnya,sama mendasarnya,sama efeknya jadilah dilema.Itulah, tantangan terbesar kita dalam memilih mana yang dianggap paling tepat untuk menentukan pilihan kita. Namun,ketika kita dihadapkan pada pilihan yang berbeda akan lebih mudah menentukan dan mengambil keputusan.
Tentu saja pilihan yang diambil akan sepaket dengan konsekuensi yang menyertainya.
Ini terjadi ketika saya dihadapkan pada dua pilihan yang sulit ketika bekerja di dua sekolah yang memiliki kebijakan yang berbeda pula.
Saya mengajar di sekolah negeri dan di sekolah swasta di sebuah kota kecil.
Pada suatu waktu saya ditawari untuk menjadi guru tetap yayasan di sekolah baruku.Sekolah yang baru merintis dan menyiapkan menjadi sekolah besar dengan mempersiapkan guru-guru tetap yayasan sebagai upaya untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi UN. Ya ,waktu itu masih adanya UN, tepatnya tahun pertama sekolah dibuka yaitu tahun 2010. Sementara itu , saya telah punya rencana terbesar untuk menjadi ASN dari sekolah negeri yang pertama ku injakan kaki di sana mengabdikan diriku.
"Bu , gimana sekarang sudah siap untuk menjadi GTT? " Suara kepsek memecah kegalauanku, karena saya tahu beliau akan menanyakan kembali kesiapanku. "Ibu akan saya ajukan jadi guru tetap yayasan dengan pertimbangan ,Ibu guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang diujian nasionalkan."Kata kepala sekolah dengan nada minta kepastian.
Saya bingung harus jawab apa soalnya sudah ketiga kalinya beliau menawari dan memberi kesempatan itu.Namun ,saya belum bisa menerimanya karena sesuatu yang pada awalnya disampaikan juga kepada beliau.
Dan hari ini, kucoba menjawab dengan alasan yang sebenarnya.
"Pa,terima kasih sekali atas kepercayaan Bapak pada saya,tetapi saya masih menanti rencana menjadi ASN.Pertimbangan saya hanya satu ,seandainya saya menerima tawaran menjadi GTY selanjutnya lolos seleksi ASN,sayang sekali Pa,jatah untuk rekan saya menjadi GTY terbuang sia-sia karena saya.Jangan khawatir saya bertanggung jawab untuk sekolah ini,bertanggung jawab memajukannya tanpa label GTY ."Itu yang bisa kusampaikan dengan perasaan yang agak berat karena saya merasa kurang menyambut keinginan atasan. Namun, beliau mengerti serta menghargai keputusanku.
Sungguh luar biasa saya memiliki atasan yang sangat bijak ,mengerti akan rencana ke depannya.Beliau sengaja mendesakku rupanya penantianku mengharap menjadi ASN tidak ada kejelasan.
Aku tetap pada keyakinanku ,harapan terbesarku menjadi ASN.Kalau aku menerima tawaran menjadi guru tetap terus aku lulus seleksi ASN mau bagaimana nasib rekan-rekan di sekolah ini yang jatahnya sudah aku sia-siakan.Itu yang selalu aku pikirkan.
Dasar keyakinanlah saya menentukan pilihan sendiri untuk memilih tidak menerima tawaran GTY. Dan pilihan itu kuterima dengan segala konsekuensinya,terburuk sekalipun.
Hingga pada waktunya keinginan terbesarku terwujud atas izin Allah.Alhamdulillah ,saya lolos seleksi ASN.
Kegembiraanku melimpah ruah karena saya merasa pilihan itu terbaik dan sudah tentu atas izinNya hingga saya tidak sampai sedikitnya menggores jatah teman-temanku di yayasan ini.
Ternyata pilihan itu tidak akan menjadi sulit kalau kita beranjak dari satu keyakinan yang kuat serta berani menerima resiko atas pilihan kita.

Comments
Post a Comment