#KK_Kreatif_Writer_Club
#Menulis_10_menit
Tantangan Menulis 10 Menit
Challange day 8#Prestasi/ Pencapaian
Mengeja
Pertigaan itu mengingatkanku pada setahun yang lalu manakala dia masih duduk di bangku SMA
Kusempat terperanjat kaget ketika salah seorang peserta didikku disuruh untuk membaca cuplikan teks dalam latihan soal.Bagaimana tidak, anak seusia SMA kelas xii masih belum bisa membaca dengan lancar.Ya,masih mengeja kata-kata.
Seperti biasa dalam pembelajaranku anak - anak didorong untuk interaktif.Kutayangkan sebuah teks di layar lalu kusuruh ada beberapa siswa untuk membaca.
Pertama ada seorang siswa yang berani untuk membaca beberapa kalimat dalam struktur teks lalu dijelaskannya bagianbteks tersebut.Cuplikan selanjutnya siswa yang lainnya."Ayo silakan kalimat selanjutnya,kita akan mengjaji struktur teksnya,ayo siapa"? Sambil ku mengarahkan pandanganku pada salah seorang siswa.
" Pepi...Pepi...Pepi ...Bu".Anak -anak dengan riuhnya menyebut nama itu. Ya ,jadang - kadang mereka seperti itu tidak nau mengajukan dirinya malah mengajukan orang lain."Silakan Pepi kamu coba bacakan bagian struktur yang kedua"! Sambil ku arahkan pandanganku ke pojok bangku depan.
Kusempat kaget ketika si anak menyelesaikan cuplikan teks tersebut.Begitu perjuangannya besar untuk menyelesaikan 2 kalimat saja . Ku tak habis pikir kenapa anak setingkat SMA, membaca masih dieja?
Aku memang tidak mengikuti perkembangannya dari awal kelas x sehingga mengetahui sejak di kelas xii saja.Dia memang kalau berbicara kadang agak sedikit gagap tapi tidak berarti
juga tidak akan bisa membaca. Dia termasuk anak yang banyak bicara .
"Ya, bagus sekali Pepi,dan silakan siapa yang akan menjelaskan syruktur teks yang kedua dari kalimat yang dibacakan Pepi"? Dan anak yang lain menjelaskan struktur teks yang kedua.
Setelah ku tahu kondisi Pepi yang tidak bisa membaca lancar,kuakali setiap pertemuan kusuruh dia untuk membaca.
Setiap kesempatan pembelajaran kuselalu suruh dia untuk membaca walau satu kalimat.Hingga selanjutnya dia dengan sendirinya meminta untuk membaca teks yang saya tawarkan.Dan ada perkembangan yang sangat baik.Dia sudah mampu membaca dengan sangat lancar.
Kulihat terpancar di matanya kepercayaan dirinya yang begitu besar karena dia tidak merasa malu-malu lagi ketika kusuruh untuk membaca. " Makasih, Bu,berkat ibu yang selalu memaksaku untuk membaca saya sekarang jadi lancar membaca". Itu seuntai kalimat terindah yang saya dengar darinya.Itulah suatu prestasi yang sederhana tetapi luar biasa.Saya rasa prestasi itu bukan kejuaraan saja dan mendapatkan piala .Ketika kita bisa meraih kompetensi ,itulah yang disebut prestasi.
Setiap kesempatan pembelajaran kuselalu suruh dia untuk membaca walau satu kalimat.Hingga selanjutnya dia dengan sendirinya meminta untuk membaca teks yang saya tawarkan.Dan ada perkembangan yang sangat baik.Dia sudah mampu membaca dengan sangat lancar.
Kulihat terpancar di matanya kepercayaan dirinya yang begitu besar karena dia tidak merasa malu-malu lagi ketika kusuruh untuk membaca. " Makasih, Bu,berkat ibu yang selalu memaksaku untuk membaca saya sekarang jadi lancar membaca". Itu seuntai kalimat terindah yang saya dengar darinya.Itulah suatu prestasi yang sederhana tetapi luar biasa.Saya rasa prestasi itu bukan kejuaraan saja dan mendapatkan piala .Ketika kita bisa meraih kompetensi ,itulah
yang disebut prestasi.
Ketika kita bisa menyelesaikan permasalahan dengan baik,itulah prestasi.Ketika kita bisa melewati hal-hal yang rumit,itulah prestasi.Ketika kita bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain,itulah prestasi.
Semoga kisah kecil ini bisa menginspirasi
Sumedang,13 Juni 2022
Comments
Post a Comment